Jumat, 09 Januari 2015



SYSTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN (ISO 14000) DIPERUSAHAAN KONTRAKTOR DAN PERUSAHAAN PENGOLAHAN KARET REMAH

Di masa modern Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang akan menyadar  pentingnya menerapkan sistem manajemen lingkungan. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang dihasilkan dalam proses produksi, entah itu terhadap manusia maupun lingkungan. Dengan menerapkan sistem ini juga akan menambah nilai jual dan juga citra dari perusahaan tersebut.

ISO 14000 merupakan standar internasional tentang kinerja sistem manajemen lingkungan secara umum, dan sedangkan untuk bidang konstruksi masih didukung oleh adanya konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction).Sistem manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan kinerja lingkungan yang baik, baik melalui pengendaliaan dampak lingkungan dari kegiatan. Standar ISO 14000 juga menjelaskan mekanisme dan keuntungan yang diperoleh bila menerapkannya. Dalam perusahaan kontraktor maupun perusahaan karet tujuannya sama, yaitu untuk meningkatkan produktifitas yang berkesinambungan dengan lingkungan.

Kerangka Teoritis Penelitian
Elemen ISO 14000 yang terkait dengan proyek konstruksi adalah polusi udara, pembuangan ke sumber air, pasokan air dan pengolahan limbah domestik, limbah dan bahan-bahan berbahaya, gangguan, bunyi/kebisingan dan getaran, radiasi, perencanaan fisik, pengembangan perkotaan, gangguan bahan/material, penggunaan energi, keselamatan dan kesehatan kerja karyawan.

Ada Konsep konstruksi berkelanjutan yang memerlukan sistem manajemen lingkungan yang baik. Standar internasional ISO 14000 merupakan salah satu wahana untuk menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan tersebut. Dari data survei terhadap 34 kontraktor kelas A di Surabaya, menunjukkan 64,71% responden mengetahui informasi tentang ISO 14000, dan isu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan menjadi prioritas utama, sedangkan sisanya 35,29% belum mengetahui informasi tentang ISO 14000 dikarenakan kurangnya informasi mengenai system itu sendiri. Responden yang mengetahui informasi tentang ISO 14000, pertama kali mengetahui informasi dari media massa, relasi bisnis, literature asing serta dari berbagai macam sumber. Responden sudah mengangap perlu menerapkan sistem manajemen lingkungan.

Perhatikan  tabel peringatan element ISO 14000 di bawah ini:



Karet merupakan komoditas nasional yang cukup penting. Komoditas karet tersebut 95% merupakan komoditas ekspor. Maraknya isu lingkungan yang dikaitkan dengan dunia industri dan negara konsumen berlandaskan kekuatan pasarnya yang tinggi telah mengembangkan ekolabel. Sertifikat ISO 14000 mulai diberlakukan agar setiap industri mempunyai sistem manajemen lingkungan. Proses produksi yang bersih untuk menghindari pencemaran merupakan solusi yang tepat untuk kepentingan bisnis dan juga lingkungan.

Untuk menghasilkan produk yang maksimal, produksi yang bersih serta tidak merugikan lingkungan, perlu menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001. Menurut standar ISO 14001 sistem manajemen lingkungan mencakup 5 unsur yang saling berkaitan, yaitu: 1) kebijakan lingkungan, 2) perencanaan, 3) penerapan dan operasi, 4) pemeriksaan dan tindakan koreksi, dan 5) pengkajian manajemen. Perlu dibentuk sebuah departemen lingkungan dalam perusahaan yang berisikan orang ahli merupakan kunci keberhasilan dalam melaksanakan produksi bersih. Bisa juga dengan melatih karyawan dan memberi pengetahuan tentang lingkungan agar semua elemen menyadari akan pentingnya pengelolaan lingkungan. Dalam hal ini peran serta pemerintah juga diperlukan. Selain membuat peraturan, pemerintah juga meelakukan pengawasan terhadap perusahaan terkait.

Di Industri pengolahan karet remah menghasilkan berbagai macam limbah, baik itu padat, cair maupun gas. Limbah tersebut diolah terlebih dahulu sesuai karakteristiknya sebelum dikembalikan ke lingkungan. Data peneliti menunjukkan kondisi-kondisi yang dapat mendorong tingkat inovasi produksi bersih antara lain: 1)Sistem Intensif, 2)Persyaratan Lingkungan, 3)Komunikasi Internal, 4)Mekanisme Evaluasi, 5)Kemampuan Karyawan, 6)Tim Profesional, serta 7)Peraturan Pemerintah. Namun korelasi masih lemah, tetapi harus terus diupayajan agar menuju produksi karet remah yang bersih.

METODE PENELITIAN
Studi kepustakaan, untuk mendapatkan variabel- variabel tentang informasi, elemen, dan keuntungan ISO 14000 serta faktor-faktor yang berperan dalam sistem manajemen lingkungan, kemudian diteliti ulang dengan melakukan
penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 34 kontraktor kelas A di Surabaya.
Elemen ISO 14000



di Referensi dari jurnal: