SYSTEM MANAGEMENT LINGKUNGAN (ISO 14000)
DIPERUSAHAAN KONTRAKTOR DAN PERUSAHAAN PENGOLAHAN KARET REMAH
Di masa modern Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang akan menyadar pentingnya menerapkan sistem manajemen
lingkungan. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang
dihasilkan dalam proses produksi, entah itu terhadap manusia maupun lingkungan.
Dengan menerapkan sistem ini juga akan menambah nilai jual dan juga citra dari
perusahaan tersebut.
ISO 14000
merupakan standar internasional tentang kinerja sistem manajemen
lingkungan secara umum, dan sedangkan untuk bidang konstruksi masih didukung
oleh adanya konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction).Sistem
manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan kinerja
lingkungan yang baik, baik melalui pengendaliaan dampak lingkungan dari
kegiatan. Standar ISO 14000 juga menjelaskan mekanisme dan keuntungan yang
diperoleh bila menerapkannya. Dalam perusahaan kontraktor maupun perusahaan
karet tujuannya sama, yaitu untuk meningkatkan produktifitas yang
berkesinambungan dengan lingkungan.
Kerangka Teoritis Penelitian
Elemen ISO 14000 yang terkait dengan proyek
konstruksi adalah polusi udara, pembuangan ke sumber air, pasokan air dan
pengolahan limbah domestik, limbah dan bahan-bahan berbahaya, gangguan,
bunyi/kebisingan dan getaran, radiasi, perencanaan fisik, pengembangan
perkotaan, gangguan bahan/material, penggunaan energi, keselamatan dan
kesehatan kerja karyawan.
Ada Konsep
konstruksi berkelanjutan yang memerlukan sistem manajemen lingkungan yang baik.
Standar internasional ISO 14000 merupakan salah satu wahana untuk menjamin
kinerja sistem manajemen lingkungan
tersebut. Dari data survei terhadap 34
kontraktor kelas A di Surabaya, menunjukkan 64,71% responden mengetahui
informasi tentang ISO 14000, dan isu keselamatan
dan kesehatan kerja karyawan menjadi prioritas utama, sedangkan sisanya 35,29%
belum mengetahui informasi tentang ISO 14000 dikarenakan kurangnya informasi
mengenai system itu sendiri. Responden yang mengetahui informasi tentang ISO
14000, pertama kali mengetahui informasi dari media massa, relasi bisnis,
literature asing serta dari berbagai macam sumber. Responden sudah mengangap perlu menerapkan sistem manajemen lingkungan.
Perhatikan tabel peringatan element ISO 14000 di bawah
ini:
Karet merupakan
komoditas nasional yang cukup penting. Komoditas karet tersebut 95% merupakan
komoditas ekspor. Maraknya isu lingkungan yang dikaitkan dengan dunia industri
dan negara konsumen berlandaskan kekuatan pasarnya yang tinggi telah
mengembangkan ekolabel. Sertifikat ISO 14000 mulai diberlakukan agar setiap
industri mempunyai sistem manajemen lingkungan. Proses produksi yang bersih
untuk menghindari pencemaran merupakan solusi yang tepat untuk kepentingan
bisnis dan juga lingkungan.
Untuk
menghasilkan produk yang maksimal, produksi yang bersih
serta tidak merugikan
lingkungan, perlu menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001. Menurut standar ISO 14001 sistem manajemen lingkungan mencakup 5 unsur yang saling berkaitan, yaitu: 1) kebijakan lingkungan, 2)
perencanaan, 3) penerapan dan operasi, 4) pemeriksaan dan tindakan koreksi, dan
5) pengkajian manajemen. Perlu dibentuk sebuah departemen lingkungan dalam
perusahaan yang berisikan orang ahli merupakan kunci keberhasilan dalam
melaksanakan produksi bersih. Bisa juga dengan melatih karyawan dan memberi
pengetahuan tentang lingkungan agar semua elemen menyadari akan pentingnya
pengelolaan lingkungan. Dalam hal ini peran serta pemerintah juga diperlukan.
Selain membuat peraturan, pemerintah juga meelakukan pengawasan terhadap
perusahaan terkait.
Di Industri pengolahan karet remah menghasilkan berbagai macam limbah, baik
itu padat, cair maupun gas. Limbah tersebut diolah terlebih dahulu sesuai
karakteristiknya sebelum dikembalikan ke lingkungan. Data peneliti menunjukkan
kondisi-kondisi yang dapat mendorong tingkat inovasi produksi bersih antara
lain: 1)Sistem Intensif, 2)Persyaratan Lingkungan, 3)Komunikasi Internal,
4)Mekanisme Evaluasi, 5)Kemampuan Karyawan, 6)Tim Profesional, serta
7)Peraturan Pemerintah. Namun korelasi masih lemah, tetapi harus terus
diupayajan agar menuju produksi karet remah yang bersih.
METODE PENELITIAN
Studi kepustakaan, untuk mendapatkan
variabel- variabel tentang informasi, elemen, dan keuntungan ISO 14000 serta
faktor-faktor yang berperan dalam sistem manajemen lingkungan, kemudian
diteliti ulang dengan melakukan
penelitian lapangan dengan
menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 34 kontraktor kelas A di Surabaya.
Elemen ISO 14000
di Referensi dari jurnal: